Babinsa Koramil 404-01/Gelumbang Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal 1 Tahun 2026 Polsek Lembak.
MUARAENIM, ViralBlide.com - Dalam rangka mendukung tugas pokok pemerintah dalam ketahanan pangan nasional Babinsa Koramil 404-01/Gelumbang Kodim 0404/Muara Enim, Serma Iwan Setiawan, hadiri panen raya jagung Kuartal I Tahun 2026 Polsek Lembak di Desa Lembak Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (8/1/2026).
Ketahanan pangan merupakan suatu kondisi ketersediaan pangan yang cukup bagi setiap orang pada setiap saat dan setiap individu yang mempunyai akses untuk memperolehnya baik secara fisik maupun ekonomi. Kecukupan mencakup aspek ketersediaan dan pemanfaatan pangan.
Peningkatan produksi secara tidak langsung dapat meningkatkan ketahanan pangan untuk petani skala kecil. pertanian terpadu berbasis sistem untuk pengelolaan lahan yang optimal terutama untuk petani lahan kering dan lahan yang terbatas.
Hadir dalam acara tersebut, Kapolsek Lembak. Iptu Yopi Maswan., S.H, Camat Lembak diwakili Yoka Vidhiorima HB., M.M, Danpos Kecamatan Lembak Serma Iwan Setiawan dan Anggota Polsek Lembak.
Babinsa Serma Iwan Setiawan saat menghadiri panen raya jagung Kuartal I Tahun 2026 Polsek Lembak memberikan sedikit penjelasan,
“Jagung adalah komoditi strategis karena produktivitasnya tinggi dan kegunaannya beragam mulai dari pakan, pangan, energi dan bahan baku industri. Permintaan jagung dalam negeri sangat tinggi yang sebagian masih dipenuhi dengan impor.
Kenaikan permintaan akan terus terjadi sejalan dengan pertambahan penduduk dan perbaikan kesejahteraan. Kenaikan konsumsi protein hewani terutama daging ayam dan telur menambah kebutuhan bahan baku industri pakan, kata Serma Iwan Setiawan.
Produktivitas jagung yang masih sangat rendah menjadi kendala peningkatan produksi, karena keterbatasan bibit unggul, ketersediaan pupuk dan sarana produksi lainnya. Potensi lahan dan kesesuaian iklim untuk penanaman jagung menjadi faktor penguat perluasan dan peningkatan produksi jagung. Nilai kalori dan nutrisi yang jauh lebih baik dibandingkan beras hendaknya dijadikan pemicu pengembangan jagung sebagai pangan pokok. Oleh karena itu, orientasi pertambahan produksi jagung seharusnya tidak dibatasi pada swasembada untuk memenuhi permintaan saat ini terutama bahan baku pakan, tetapi lebih untuk penguatan ekonomi, industri dan kemandirian pangan. “Tutur Serma Iwan Setiawan. (*)


