Koramil 404-01/Gelumbang Hadiri KKL Binsat dan Wilhan Dikreg LXVIII Seskoad Tahun 2026, Gelar Penyuluhan Bencana Karhutla.
MUARAENIM, ViralBlide.com - Siswa Dikreg LXVIII Seskoad bersama Koramil 404-01/Gelumbang melaksanakan penyuluhan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan, Senin (31/8/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kolonel Kav Luluk Setiyanto beserta rombongan, Camat Gelumbang Chandra Firmansyah SE, M.Si, Danramil 404-01/Gelumbang Kapten Inf Sutrisno, Kapolsek Gelumbang Iptu Budianto SH, Seluruh Kades Kecamatan Gelumbang dan seluruh Babinsa Koramil 404-01/Gelumbang dan masyarakat yang terdampak karhutla.
Penyuluhan bencana karhutla ini dibuka langsung oleh Camat Gelumbang Chandra Firmansyah SE, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, Kecamatan Gelumbang ada 22 Desa dan Satu Kelurahan, yang mana diantaranya ada beberapa Desa yang memang rentan karhutla dan susah untuk dipadamkan, karena selain lahannya bergambut wilayah tersebut juga susah untuk di jangkau karena tidak ada akses jalan, dan juga sumber air di lahan tersebut juga kering, sehingga kobaran api tidak mudah di padamkan.
Kolonel Kav Luluk Setiyanto dalam sambutan, sangat berterima kasih kepada Camat Gelumbang dan seluruh Kepala Desa Kecamatan Gelumbang yang telah hadir di penyuluhan bencana karhutla bersama siswa Dikreg LXVIII Seskoad Tahun 2026.
"Kami sangat berterima Bapak Ibu Kepala Desa dan juga Camat Gelumbang yang telah hadir dalam kegiatan penyuluhan bencana karhutla dalam KKL Siswa Dikreg LXVIII Seskoad ini, sebenarnya lebih tepatnya ini bukan penyuluhan namun pembelajaran Siswa-siswa dalam pencegahan karhutla, tujuan diadakannya kegiatan ini Sinergi TNI dan komponen masyarakat dalam membangun ketahanan wilayah terhadap karhutla guna memperkuat ketahanan Nasional," ujar Kolonel Kav Luluk Setiyanto.
Danramil 404-01/Gelumbang Kapten Inf Sutrisno yang sempat dibincangi awak media mengatakan, Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa penanggulangan Karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga membutuhkan langkah pencegahan, mitigasi, perlindungan kesehatan masyarakat, serta kesiapan sumber daya secara berkelanjutan.
Sambungnya, Kegiatan yang dilakukan Siswa Dikreg LXVIII Seskoad, adalah sarana pembelajaran lapangan dalam memahami implementasi peran TNI pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya membantu pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana serta mengatasi kesulitan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, para Siswa Seskoad memperoleh pengalaman mengenai pentingnya kepemimpinan, koordinasi, komunikasi sosial, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman Karhutla yang berdampak langsung terhadap keselamatan dan kehidupan masyarakat.
Sinergi Siswa Dikreg LXVIII Seskoad bersama Pemerintah Daerah, khususnya Kecamatan Gelumbang, diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kesiapsiagaan wilayah, serta memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.(*)

